Di balik jeruji besi yang dingin, ia hanya punya satu hal yang tetap hangat: kenangan akan cinta yang dulu dijanjikan bersama. Setiap hari di dalam penjara, dia menunggu kabar dari orang yang kini hidup bebas di luar. Tapi kabar yang datang bukan tentang pembebasan, melainkan kabar orang itu sudah menikah dengan orang lain. Dinding beton tidak menyekat hanya langkah, tapi juga harapan yang perlahan mati. Suatu hari, surat tanpa pengirim datang membawa pertanyaan yang belum pernah dia duga.