Film ini hadir tanpa informasi detail soal genre, tahun, atau negara asalnya. Yang jelas, judulnya sudah cukup mengundang tanya: bagaimana caranya dewa berjalan tanpa hati? Mungkin ini tentang sosok mahakuasa yang kehilangan sisi manusianya, atau justru sebaliknya—manusia yang mencoba menjadi dewa. Tanpa petunjuk plot yang jelas, penonton dibiarkan menebak-nebak apakah ini kisah mitologi modern, drama psikologis, atau horor eksistensial. Satu hal yang pasti: ada misteri besar yang disembunyikan di balik tiga kata itu.