Suara yang disuling dengan amarah yang tak bisa disembunyikan lagi. Setiap nada yang keluar bukan cuma lirik, tapi teriakan yang lama tertahan di balik kesunyian. Ia tak mau lagi diam saat luka terus merayap, tak mau lagi menelan ludah saat ketidakadilan terus menghimpit. Semua yang dibendung bertahun-tahun kini mengalir deras lewat setiap bait lagu yang ia ciptakan. Tapi apa yang terjadi kalau amarah itu bukan cuma untuk didengar, tapi juga untuk dijadikan senjata?