Seorang tabib ulung yang patah tangan permanen akibat peristiwa kelaparan harus berjuang membalaskan dendam pada kelompok pedagang yang sengaja memblokir bantuan makanan ke desanya. Kehilangan kemampuan berlatih obat, dia kini hanya bisa mengandalkan kecerdasan dan jaringan mantan pasien untuk mengungkap konspirasi besar yang selama ini menyembunyikan kelaparan massal. Bisakah dia menuntut keadilan meski fisiknya sudah tidak lagi sama seperti dulu?