Cinta yang tak pernah pudar. Judulnya saja sudah janji besar, tapi detailnya benar-benar kosong. Tanpa sutradara, tanpa pemain, tanpa negara asal — yang tersisa cuma klaim abadi lewat empat kata itu. Mungkin ini kisah cinta lintas waktu yang bertahan segala rintangan. Atau romansa klasik tentang seseorang yang menunggu sampai rambut memutih. Bisa juga drama melankolis soal janji yang dikira kekal tapi diuji waktu sampai retak di sekujur tepinya. Apapun itu, intinya satu: ada perasaan yang menolak mati. Pertanyaannya, cinta macam apa yang sanggup bertahan kalau segala hal lain sudah menghilang?