Seorang murid kehilangan gurunya dalam tragedi berdarah. Dendam membara di hatinya, tapi jalan yang dipilih bukan sekadar balas dendam. Di satu tangan, ia menggenggam niat untuk menghabisi pelaku. Di tangan lain, pedangnya terarah pada dunia yang membiarkan kekejaman terjadi. Konflik batin antara amarah dan idealisme mulai menggerogoti. Apakah dendam akan membawanya pada kehancuran, atau justru pada pencerahan?