Lemari tua berderit di tengah malam. Kursi goyang bergerak sendiri. Di sebuah toko barang antik, benda-benda mati ternyata bernapas — tapi hanya setelah jam menunjukkan pukul dua belas. Seorang pemilik toko yang kesepian mulai menyadari bahwa koleksinya bukan sekadar kayu dan logam. Mereka saling berbisik, bergerak, bahkan menyimpan rahasia dari masa lalu pemiliknya. Tapi semakin lama ia mengamati, semakin ia merasa bukan dia yang memiliki barang-barang itu — melainkan sebaliknya. Siapa sangka barang antik bisa lebih hidup daripada manusia?