Siapa bilang identitas itu tetap? Seseorang yang hidup dalam bayang-bayang orang lain selama bertahun-tahun akhirnya memutuskan untuk merebut kembali dirinya sendiri. Tapi jalan untuk kembali bukan sekadar soal mengingat—ada harga yang harus dibayar, ada luka yang harus dibuka. Langkah pertama adalah yang paling berat, karena identitas baru sudah terlanjur melekat seperti kulit kedua. Akankah ia sanggup melepaskan semuanya, atau justru tersesat di antara dua dunia yang sama-sama asing?