Prasangka gender di lingkungan mereka lebih keras dari tembok beton. Di sebuah komunitas kecil yang kaku dengan norma tradisional, sekelompok pemuda terus diganjar karena hidup di luar ekspektasi. Ada yang diejek karena kerjaannya dianggap bukan untuk jenis kelaminnya, ada yang dituduh melanggar adat karena gaya hidupnya. Setiap langkah mereka menuai tentangan dari keluarga dan warga yang sudah terlalu terbiasa dengan aturan lama. Sampai suatu hari, mereka menemukan cara untuk menghancurkan dinding prasangka itu dari dalam.