Jam saku antik tua ternyata bukan sekadar benda biasa. Setiap kali jarumnya bergerak, pemiliknya bisa menatap potensi masa depan, memilih antara mengubah jalannya takdir demi kebahagiaan pribadi atau menyerah pada apapun yang sudah ditetapkan. Tapi setiap kali ia mengganti satu pilihan kecil, dampaknya selalu meluas ke hal-hal yang tidak ia duga, dan batas antara nasib baik dan bencana semakin kabur. Akhirnya ia harus memilih: mau terus bermain dengan nasib, atau menerima bahwa ada hal yang seharusnya tidak bisa diubah?