Kita sering dengar pepatah 'waktu adalah takdir'. Tapi bagaimana jika waktu bisa diputar? Ini cerita tentang seseorang yang menemukan cara untuk mengulang momen-momen tertentu dalam hidupnya. Dengan kemampuan itu, dia berusaha menulis ulang takdir—memperbaiki kesalahan masa lalu, menyelamatkan hubungan yang hancur, atau mencegah tragedi. Tapi setiap perubahan punya konsekuensi. Semakin sering dia memutar waktu, semakin kacau kenyataan yang dia tinggali. Sampai-sampai dia nggak bisa lagi membedakan mana asli, mana hasil rekayasa. Apakah benar-benar mungkin melawan takdir, atau justru kita terperangkap di dalamnya?