Ucapan selamat di ujung tanduk biasanya makin miris daripada membahagiakan. Di sudut kota mati yang sunyi, seorang tokoh terperangkap di antara pilihan yang tak ada jalan keluarnya. Konflik lama yang diam-diam diburu kini muncul tepat di depan mata, membuka luka yang selama ini ditutupi rapi. Setiap langkah yang dia ambil seolah mendekatkan pada titik tidak bisa kembali. Dia mulai bertanya apakah ucapan itu benar-benar selamat, atau sindiran yang sudah disiapkan sejak lama.