Pulau yang tak tercantum di peta. Arah kompas berputar sendiri saat matahari tenggelam, dan suara langkah di balik semua orang. Seorang penjelajah muda dan timnya mendarat tanpa radio, tanpa pasokan, tanpa jaringan. Setiap menit, sistem navigasi mereka berhenti. Setiap malam, ada yang mengganti posisi tenda. Di tengah hutan, mereka menemukan reruntuhan bangunan kolonial yang dulu dilarang masuk. Di dalamnya, lukisan-lukisan yang menggambarkan orang-orang yang tersenangkalang di antara pohon-pohon. Ada yang percaya ini adalah gerbang ke dunia paralel. Ada yang yakin ini bumi berputar balik. Tapi yang jelas, pulau ini tidak ingin ditinggalkan. Dan mereka tidak bisa kembali ke mana pun yang pernah mereka kenal. Siapa yang menulis nama-nama mereka di dinding itu sebelum mereka sampai?