Tak ada jejak kendaran di gurun kecuali bekas sepatu yang hancur. Itu satu-satunya petunjuk yang tersisa setelah tim pencari sucuri menemukan mayat pertama di tengah padang pasir, tiga hari setelah kabur dari kota terdekat. Temperatur mencapai empat puluh derajat, dan air minum habis. Tapi di balik gunung pasir, seseorang masih memantau langkah mereka dari jauh. Ujung-ujungnya, yang bertahan bukanlah yang tercepat, tapi yang tahu cara membaca jejak di tengah badai pasir. Siapa yang meninggalkan sepatu itu, dan mengapa hanya satu?