Seorang gadis dengan helm hitam mengendalikan motor yang mengaum seperti binatang liar di tengah kota yang berlumpur. Setiap ada yang mencoba menghentikannya, dia melaju lebih cepat — melintasi lampu merah, melompati troto, dan menghilangkan jejak di belakang. Siapa sangka di balik kecepatan ekstrim itu ada sebuah luka yang belum pernah ia ceritakan ke siapa pun. Malam hari, suara knalpotnya menjadi alat bicaranya, sementara wajahnya tetap tersembunyi di balik kaca. Di ujung-ujungnya, di sebuah tempat yang tak terduga, ia akhirnya menemukan seseorang yang tidak takut untuk melihatnya.