Sebuah rumah di pinggir kota terjebak dalam kegelapan sejak tujuh orang pertama yang masuk tidak pernah keluar. Cerita ini mulai ketika sekelompok teman memutuskan menghabiskan malam di situ sebagai ujian akhir sebuah rintangan kos. Tapi pintu yang tertutup dari dalam, suara langkah kaki di lantai atas, dan kamera CCTV yang menghubungkan ke layar gelap justru bukan rekayasa suara. Setiap detik, tatapan lebih dalam dari cermin, tangisan di dapur, dan kata-kata yang tertulis di udara berserta nama-nama yang tidak semestinya milik mereka. Tujuh kematian itu ternyata bukan minggu depan — tapi sudah dimulai minggu ini, dan satu-satunya cara keluar adalah selama tujuh orang pertama yang memasuki rumah itu benar-benar mati. Kalau kamu yang membuka pintu, berarti kamu bukan penumpang — kamu tujuhannya.