Bakat musikal itu kagok dan menyegelinkan. Itu tulisan ibu di kartu ucapan ulang tahun terakhir, dan satu-satunya alasan Kenji dipaksa masuk ke komite koreografi sekolah yang ternyata lebih cocok untuk penari klassik sejak lima belas tahun lalu. Kebenangan palsu, kenangan palsu, kehanggaan palsu — sampai Ji-woo masuk, pianis misterius yang datang dari kota lama, dengan tas tebal partitur dan senyum yang tak pernah berubah seperti apa pun yang pernah Kenji lihat. Pasangan proyeknya di komite, tapi soalnya tugasnya membuat orkes traumeri keluarga Ji-woo sendiri. Kenji nggak nyangka bakatnya bisa jadi senjata, sampai kartu lagunya dibuka dan ujung-ujungnya orkes punya not yang sama persis — nama Ji-woo, tapi bukan sebagai pemain.