Seorang gadis terjebak dalam kenangan yang tak pernah benar-benar dilupakan. Setiap pagi, ia bangun dengan rasa bahwa sesuatu penting sedang terlewat. Namanya adalah Emily, tapi orang-orang di sekitarnya mulai melupakannya seiring waktu berjalan. Telepon tak pernah berdering. Pesan singkat dikirim, tapi tak pernah dibalas. Foto-foto di telepon pintasnya kadang berubah sesuai keinginan. Dunia terus berjalan, namun ia merasa semakin terpisah. Akhir-akhir ini, ia menemukan catatan kecil di lipstik merah yang ditinggalkan di meja makan. Dan tiba-tiba, ia bertanya-tanya apakah orang lain benar-benar melupakannya — atau dia yang mulai melupakan diri sendiri.