Sejenak, cermin itu tak lagi memantulkan wajahnya sendiri. Di sebalik kaca dingin itu, ada sesuatu yang menatap kembali — lembut, menggoda, seolah mengenalnya secara intim. Seperti saja kebetulan suaranya menyampar di telinga, lembut namun tak bening-bening. Tak ada nama, tak ada petunjuk. Cermin itu tak pernah dipasangkan dengan catatan kuno, tapi malam ini terangnya sendiri membukakan celah antara dunia dan sesuatu yang belum pernah ia duga. Siapa atau apa yang benar-benar ada di seberangnya, dia belum tahu. Tapi suaranya pasti akan kembali.