Judulnya sudah bilang semua: mendarat di air, hidup di ujung. Pilihan yang nggak masuk akal buat kebanyakan orang, tapi entah kenapa jadi satu-satunya jalan yang tersisa buat tokohnya. Setiap hari dijalaninya dengan risiko yang bikin orang waras mundur teratur — angin, arus, dan satu keputusan keliru yang bisa jadi tiket satu arah ke dasar laut. Nggak ada jaring pengaman, nggak ada rencana cadangan, cuma keberanian tipis dan alasan yang terus dia simpan rapat-rapat dari sekitarnya. Lama-lama tubuhnya terbiasa, tapi pertanyaannya tetap menggantung: sampai kapan ujung ini bisa menahan dia sebelum akhirnya patah.