Genre tinju dari Indonesia dengan latar ring yang berkarat dan penonton yang lebih ramai dari gedungnya. Dua petarung naik ke atas kanvas membawa beban masing-masing — satu demi uang dapur, satu lagi demi nama yang sudah lama hilang dari poster pertandingan. Wasit meniup peluit, dan pertarungan pertama hanya pemanasan. Di balik tiket murah dan lampu yang sesekali mati, ada kontrak yang tidak pernah mereka baca sampai habis. Siapa sangka arena kecil itu menyimpan pertarungan sesungguhnya di luar ring.