Judulnya sudah bicara. Seseorang yang selama ini dianggap mesin ATM keluarga akhirnya berhenti. Drama keluarga soal batas, uang, dan rasa bersalah yang dipakai sebagai alat tekanan. Setiap kali rekening menipis, panggilan dari rumah makin sering masuk. Keluarga memang tempat pulang, tapi bagaimana kalau yang dicari cuma isinya? Tokoh utamanya harus memilih: terus jadi bank pribadi, atau kehilangan gelar anak baik-baik. Sampai kapan sayang bisa dibayar tunai?