Satu pedang, satu nyawa. Namanya saja sudah cukup untuk membayangkan sosok pendekar perempuan yang mengangkangi batas antara fana dan keabadian. Tradisi laga dengan sentuhan mistis, seorang petarung yang menolak lenyap. Detail sutradara, pemain, hingga tahun rilis tak tercatat. Tapi gelar abadi yang melekat menyisakan pertanyaan: apa yang membuat seorang pendekar tak pernah berhenti bertarung, dan untuk siapa pedang itu terus diasah?