Pendekar tua berpakaian lusuh muncul di desa yang sedang dirundung malapetaka. Tawa dan cibiran langsung menyambut. Siapa percaya orang lemah ini bisa melindungi mereka dari gerombolan yang sudah merajalela? Diam-diam, di balik postur bungkuknya, tersimpan ilmu yang sudah lama tak pernah disentuh. Para pendekar lokal satu per satu tumbang, dan waktu tak lagi berpihak. Ujung-ujungnya, desa itu harus memilih antara meremehkan lagi atau percaya pada hal yang tak terlihat dari luar.