Bayangin kuliah hukum, tapi tiap hari diiringi debu ladang dan suara ayam jago. Cerita ini berlokasi di desa, mengikuti mahasiswa yang harus menempuh mata kuliah lapangan di tengah kehidupan pedesaan. Konflik muncul ketika ia harus menyeimbangkan kaidah hukum yang dia pelajari dengan kebiasaan warga yang sudah berjalan sejak lama. Semakin lama dia temukan bahwa banyak masalah hukum di desa nggak bisa diselesaikan cuma dengan buku undang-undang. Apakah dia akan tetap memegang aturan, atau menyesuaikan diri dengan realitas yang ada?