Judulnya bicara soal perpisahan, tapi tanpa satu tetes air mata pun. Versi sulih suara ini datang tanpa detail cerita yang jelas, hanya menyisakan nada pahit dari sebuah kata pisah. Genre dan asal produksinya belum tercatat, begitu juga nama pemainnya. Yang tersisa cuma firasat: ada hubungan yang harus dilepaskan, entah karena pilihan atau keadaan. Kadang justru air mata yang tertahan lebih berat dari yang tumpah. Lalu siapa sebenarnya yang paling luka saat kata sampai jumpa akhirnya terucap?