Ada orang yang selalu memberi, tapi tak pernah menerima balasan. Begitu pula tokoh utama dalam kisah ini, yang terus berbuat baik tanpa pamrih, meski sekelilingnya tak pernah menghargai. Ia tetap melangkah, menolong siapa pun yang butuh, diam-diam menyimpan luka karena setiap kebaikannya dianggap biasa. Hingga suatu hari, satu kejadian memaksanya berhenti dan bertanya: apakah kebaikan yang tak dihargai masih layak diteruskan? Atau justru di situlah ia menemukan arti sebenarnya dari memberi.