Unggul di ruang kerja, tumbang di urusan hati — ironi itulah titik berangkat cerita ini. Tokoh utamanya diakui bakat dan dedikasinya, tapi nyaris tak pernah menang dalam asmara; setiap cinta yang ditebar runtuh satu per satu. Sementara itu kariernya melejit ke arah yang tak pernah dia bayangkan, membawa nama dan posisi yang bikin orang iri. Di antara pencapaian demi pencapaian itu, satu pertanyaan terus mengganjal: apakah gemilang di karier bisa menutupi kekalahan di asmara, atau justru jadi pengingat akan yang hilang?