Di dunia tempat hierarki kekuatan menentukan segalanya, makhluk paling bawah justru berani menatap langit. Ia bukan pahlawan terpilih, bukan titisan dewa — hanya serangga yang menolak tahu tempatnya. Setiap lawan lebih kuat, setiap pertempuran terasa mustahil, tapi pola yang ia tinggalkan bikin para dewa gelisah. Saat musuh-musuh legenda mulai bergerak, pertarungan berubah dari bertahan hidup jadi soal siapa yang berkuasa. Yang tersisa bukan otot, melainkan seberapa jauh ia bersedia jadi dirinya sendiri.