Putri kerajaan elf harus menyamar jadi pelayan. Alasannya belum jelas, tapi identitasnya wajib tersimpan di balik apron sederhana. Di kedai asing yang jadi tempat persembunyiannya, setiap gerak terbawa kebiasaan istana — postur terlalu tegak, tatapan terlalu tajam buat pembantu warung biasa. Pelanggan biasa tak ada yang curiga, sampai satu malam seorang tamu memesan hidangan dan langsung tahu siapa gadis itu sebenarnya. Pria itu belum angkat bicara. Belum jelas apa maunya, dan belum jelas berapa lama dia akan diam.