Istri mana yang tahan diperlakukan seperti pembantu di rumah sendiri? Setiap hari ia telan hinaan, setiap malam ia sembunyikan tangis. Suaminya pikir semuanya aman. Diam-diam ia menyusun rencana yang tak akan pernah disangka siapa pun, termasuk lelaki yang paling ia benci. Sampai satu malam, sesuatu berubah dan rumah itu tak lagi sama. Apakah ini akhir dari kesabarannya, atau awal dari balas dendam yang lebih dingin?