Luna tidak pernah meminta hidupnya hancur. Tapi orang-orang di sekitarnya memutuskan itu untuknya. Dikhianati, direndahkan, lalu dibuang seperti sampah — semua itu dia telan sendirian tanpa suara. Sekarang Luna kembali, dan wajahnya bukan wajah perempuan yang dulu bisa diinjak-injak. Satu per satu orang yang pernah menyakitinya mulai merasakan hal yang sama. Tapi siapa sangka, balas dendam paling menyakitkan justru datang dari orang yang paling mereka percaya.