Satu perpisahan selalu menyisakan luka lama yang belum sempat sembuh. Dinamika keluarga tiri kerap menyimpan gesekan dingin di balik pintu rumah yang tertutup rapat. Tekanan batin dari empat saudara membuat keputusan angkat kaki terasa menjadi satu-satunya jalan keluar. Bertahan hanya memperpanjang siksaan. Langkah menjauh pun ternyata bukan perkara gampang ketika memori lama masih membayangi. Apakah pamit kali ini benar-benar membawa kebebasan, atau justru memicu penyesalan baru?