Dicky sempat titip pesan sebelum pensiun — minta Mika perbaiki mesin pabrik. Tapi Mika malah cuek. Mesin rusak parah. Pabrik Cado yang dikelola Mika perlahan limbung, ujung-ujungnya bangkrut. Dicky sendiri setelah pensiun malah gabung Grup Senja, sekumpulan teknisi senior yang tangani mesin-mesin bermasalah. Reputasinya naik, dia jadi orang paling dipercaya. Lalu saat pabrik itu benar-benar ambruk, Dicky balik — bukan sebagai karyawan, tapi pemegang saham. Dia ajak Lukas, dan bersama mereka coba hidupkan lagi pabrik sambil nikmati masa tua. Tapi siapa sangka, jalan menuju pensiun sempurna justru dimulai dari bangkai perusahaan yang dulu dia tinggalkan.