Meninggal ditabrak mobil saat mengantar anaknya yang berusia delapan tahun, Rong Yu terbangun dan mendapati dirinya sudah tujuh puluh tahun ke depan. Jiwanya kini bersarang di tubuh seorang siswi SMA berusia delapan belas tahun — dan anak laki-lakinya yang dulu sudah jadi kakek renta terbaring koma. Bonusnya, ia mewarisi segudang cicit yang menyusahkan: cicit sulung seorang CEO buta cinta yang dipermainkan ibu-anak licik, dan cicit bungsu preman sekolah. Daripada biarkan nasib keluarga ini hancur, Rong Yu memilih angkat meja dan mulai memerintah dari kursi buyut. Tapi apa seorang remaja bisa membuat para cucu segan?