Zevan sekarat. Luka di dadanya nyaris robek sampai tulang. Liora, gadis kecil yang tak dikenal, mendonorkan darahnya dan memanggilnya ayah — sebuah panggilan yang membuka pintu ke masa lalu. Dari situ terkuak bahwa Liora adalah anak Salsa, perempuan yang delapan tahun lalu terperangkap di rumah sakit jiwa bersama Zevan. Tapi ketika Salsa tahu identitas asli Zevan, amarahnya meledak. Delapan tahun hidupnya dan putrinya, katanya, terbuang sia-sia karena Zevan menyembunyikan siapa dirinya. Zevan terus mencoba memperbaiki semuanya, meski luka lama dan baru menganga bersamaan. Pertanyaannya, benarkah pengampunan Salsa tulus, atau hanya permulaan luka yang lebih dalam?