Semua orang ngira istri sang Jenderal Muda cuma gadis desa yang polos dan penurut. Dia sendiri bilang, "Istriku itu lembut, nggak tahu soal pengobatan atau senjata." Tapi kenyataan? Istrinya bikin para nyonya sosialita iri, jago menyembuhkan, dan nggak ragu ngehabisin musuh pakai pistol. Sementara sang jenderal terus menyangkal dengan percaya diri — sambil berlutut. Siapa sangka di balik senyum manisnya, ada tangan yang bisa mengobati dan menarik pelatuk.