Siska kerja banting tulang, tapi uangnya ludes tiap bulan. Keluarganya sendiri yang nguras — adik-adiknya yang pemalas, ibunya yang nggak peduli. Selama ini dia cuma jadi ATM berjalan, bukan anak perempuan. Sampai suatu malam, di titik terendahnya, dia ketemu Andi. Pria itu datang pas Siska hampir menyerah, nyelametin dia dari situasi yang nggak bisa dia ceritakan ke siapa pun. Tapi pertolongan semalam itu bikin Siska terikat kontrak yang nggak pernah dia bayangkan. Cinta yang datang dari hutang budi — atau jebakan yang lebih rapi dari perlakuan keluarganya?