Surat nikah palsu. Itu yang diungkap sekolah saat Alira daftarkan anak perempuannya. Alira dan Ardan sudah sepuluh tahun bersama, tapi satu dokumen hancurin semuanya. Alira rela cedera parah demi selamatkan Ardan — cedera yang bikin dia nggak bisa punya anak. Ardan adopsi seorang bayi perempuan, dan Alira rawat dengan kasih sayang seperti daging dan darah sendiri. Sampai petugas sekolah tunjukin data: anak itu bukan anak adopsi. Dia anak kandung Ardan dengan Indira, sekretarisnya. Rumah tangga yang dibangun di atas luka dan kepercayaan — siapa sangka pondasinya ternyata kebohongan yang dijahit rapi selama bertahun-tahun.