Sebuah puisi dibacakan, dan semua orang berlutut. Judulnya saja sudah cukup memancing tanda tanya besar tanpa jawaban. Tidak ada sutradara, tidak ada pemain, tidak ada negara asal yang tercatat. Yang tersisa cuma premis absurd yang menggantung di udara — siapa penyairnya, kenapa puisi itu punya kuasa sampai bikin orang tunduk, dan apa yang sebenarnya terjadi setelah lutut menyentuh tanah tetap menjadi misteri gelap.