Pernah bikin janji kecil waktu kecil dan nepatinnya bertahun-tahun kemudian? Itu yang dilakukan Yanto Linaga. Dia kerja enam bulan di Grup Senia, diam-diam bantuin tunangannya, Wina, supaya posisinya makin kuat di perusahaan. Tapi Wina malah meremehkan Yanto, nganggep dia cuma karyawan biasa yang nggak penting. Akhirnya Yanto mundur dan mutusin pertunangan. Begitu dia pergi, barulah terkuat — Yanto ternyata pewaris tunggal Grup Linaga, perusahaan yang jauh lebih besar dari Grup Senia. Semua goyah, Wina menyesal, tapi Yanto udah nggak mau balik. Yang bikin penasaran, apa yang bakal terjadi sama Grup Senia tanpa dia?