Bangun tidur, Shane Bolton mendapati dirinya kembali jadi bocah delapan tahun. Di pesawat yang sama, penerbangan nahas yang dulu merenggut nyawa ayahnya. Api menjilat sayap, kabin mulai robek, penumpang panik — dan Shane sadar ini bukan mimpi. Pilot tak ada, sinyal putus, bahan bakar bocor perlahan. Semua orang menatapnya dengan curiga, siapa juga yang bakal percaya instruksi dari anak kecil. Tapi Shane tahu persis apa yang akan terjadi selanjutnya. Pertanyaan yang mengantung: cukupkah satu kesempatan kedua untuk mengubah takdir yang sudah tertulis?