Satu langkah mundur setelah dia jatuh. Dua langkah maju pas dia bangkit. Aku pergi saat Julian kehilangan segalanya, lalu balik tiap tahun begitu dia sukses. Tahun pertama bawa putri kami — dia lempar uang dan usir aku. Tahun kedua datang dengan kanker stadium akhir, dia tetap nggak peduli. Dua tahun berikutnya aku benar-benar lenyap dari muka bumi. Sampai telepon kelima dari putrinya bikin jantung berhenti: 'Mama, kapan kamu datang? Aku lapar.' Tapi apa yang sebenarnya dicari — maaf, atau dendam yang belum tuntas?