Gue, yang sehari-hari hidup pas-pasan, tiba-tiba punya pacar seorang konglomerat. Tapi ini bukan dongeng Cinderella biasa — dia sewaan. Awalnya cuma buat nutupin status sosial di depan teman-teman kuliah, tapi makin lama batas antara pura-pura dan serius mulai kabur. Dia bawa gue ke restoran mahal, kasih hadiah yang gue nggak sanggup balas, dan satu hal yang bikin pusing: keluarganya mulai curiga. Di sisi lain, gue punya hutang yang harus dibayar bulan depan, dan dia diam-diam punya alasan sendiri kenapa mau jadi pacar sewaan. Antara cinta dan kontrak, mana yang bakal lebih dulu kadaluwarsa?