Seorang pangeran yang dingin dan angkuh. Hatinya beku sejak peristiwa masa lalu yang tak pernah ia ceritakan pada siapa pun. Sampai suatu hari, seorang perempuan biasa masuk ke istana dengan cara yang tak lazim. Ia bukan bangsawan, bukan tamu kehormatan, tapi ia punya sesuatu yang tak dimiliki siapa pun di kerajaan itu: keberanian untuk menatap mata pangeran dan berkata apa adanya. Diam-diam, setiap pertemuan mereka mulai mencairkan tembok yang dibangun sang pangeran bertahun-tahun. Tapi takdir punya rencana lain — ada rahasia di balik kehadiran perempuan itu yang bisa menghancurkan semuanya. Akankah cinta jadi obat, atau justru racun yang memperparah luka?