Ada yang mencurigakan di antara tiga dewi yang tiba-tiba muncul di kampus itu. Bukan soal kecantikan atau kekuatan — tapi cariakan mereka bertemu dengan pria yang sama: seorang mahasiswa yang tidak peduli dengan urusan dewi. Setiap langkahnya disakiti, setiap keputusannya dipaksa. Tapi mengapa tiga dewi yang seharusnya tak terbatas ini justru kelihatan stres? Seperti sedang kalah dalam guling-gulir dengan takdir. Siapa sangka permainan cinta justu bukan di tangan mereka?