Lamaran sudah diterima, undangan tinggal menunggu hari H. Tapi hati justru goyah ke arah paling tabu — ayah dari calon suami sendiri. Setiap pertemuan keluarga berubah jadi medan perang batin: senyum lebar di depan tunangan, detak jantung kacau begitu sang ayah menatap terlalu lama. Menikah demi gengsi, atau jujur pada perasaan yang nggak seharusnya ada? Semakin jauh ia kabur, semakin dalam jebakan ini menariknya.