Di balik kabut pegunungan, sosok rubah merah berkilauan menatap desa yang membunuh keluarganya. Sari, pewaris kutukan, harus menuntaskan balas dendam sebelum bulan purnama kelima. Semua warga tahu ia datang, tapi tak ada yang berani menghentikannya. Suara peluit melengking di hutan setiap malam, tanda rubah itu sudah dekat korban berikutnya. Sari sadar kutukan ini juga untuk dirinya — membalas berarti terikat selamanya di antara dunia manusia dan hutan. Siapa yang sebenarnya jahat, desa, atau takdir yang sudah menulis jalannya sejak lahir?