Tidak ada sinopsis, tidak ada pemeran, tidak ada sutradara. Yang tersisa cuma judul: The Concubine Only Wanted to Survive. Dari frasa itu saja tercium aroma istana, intrik selir, dan perjuangan tunggal bertahan hidup di tengah perebutan kuasa yang mungkin berlangsung diam-diam. Siapa sangka, bertahan hidup di lingkaran istana bisa jauh lebih berbahaya daripada mati di medan perang.