Setiap orang punya versi realismenya sendiri. Tapi siapa yang menentukan versi mana yang benar? Di balik layar media sosial, sebuah kebohongan kecil bisa menjadi berita besok. Kemudian ada yang nyontek, ada yang remake, ada yang justru bikin orisinil. Ujung-ujungnya, kebohongan itu sendiri malah jadi bahan kompetisi. Lalu pertanyaannya muncul: siapa yang paling payah di antara kita?